Sabtu, 02 April 2016

Hidup tak bisa lepas dari yang namanya politik

Oleh: Dimas Prasetya
Hidup tak bisa lepas dari yang namanya politik.  Apapun yang kita lakukan pasti terselip politik didalamnya.  Ada cerita kecil yang saya alami terkait dengan politik.  Pengalaman pribadi saya tentang politik cukup menarik yaitu mengikuti mata kuliah  pengatar ilmu politik dan sosiologi politik.  Tetapi yang paling menarik adalah mata kuliah sosiologi politik. Hahaha
Mata kuliah ini berbeda dengan mata kuliah lainnya.  Hal itu dikarenakan dosen pengampunya yang bernama Bu Wahidah sangat bijak dalam menyikapi sesuatu, sangat lembut dalam bertutur kata, lebih membuka wawasan kita akan politik dan tidak pernah memaksa mahasiswa untuk mengikuti suatu hal terkait dengan politik.  Terkadang disela mata kuliah beliau memberikan sebuah game untuk mengembalikan semangat belajar teman-teman.  Di suatu kesempatan saya cukup aktif dalam proses perkuliahan sosiologi politik.  Misalnya ikut-ikutan berbicara bahasa inggris ketia beliau menerangkan materi sosiologi politik sampai disuruh membaca power point berbahasa inggris meskipun tidak paham artinya.  Awal perkuliahan juga pernah membaca hasil review perkuliahan yang telah diperoleh minggu lalu.  Sesekali juga mencoba menghidupkan suasana kelas dengan celetuk-celetuk gurauan yang saya lontarkan.
Cerita tadi merupakan sebagian kecil politik dalam kehidupan yang saya jalani.  Mengapa saya aktif dikelas ? Apa tujuan saya melakukan itu ?  Keuntungan apa yang akan saya peroleh ?  beberapa pertanyaan itu mungkin mewakili mengapa politik selalu ada di setiap kehidupan manusia.

Hal itu karena menurut pandapat saya pribadi politik bukanlah hal yang melulu tentang pemerintahan, birokrasi, atau segala hal yang setiap orang mendengarnya persepsi buruk langsung terlontarkan. Hello, politik gak seburuk itu men.  Menurut saya konsep dasar politik  adalah “Siapa mendapat apa” lalu terciptalah “Tindakan karena kepentingan”.  Nah untuk memperoleh sesuatu seringkali menggunakan cara yang tidak benar oleh karena itu politik mendapat citra yang buruk di masyarakat.  Pada akhirnya karena stigma tersebut orang-orang baik menjadi enggan untuk terjun kedunia politik yang lebih tinggi seperti di pemerintahan.  Namun, ada saat dimana orang baik ini menjadi bersalah karena ketidakpeduliannya.  Ketidakpeduliannya menyebabkan orang-orang tak berkelakuan baik memiliki kesempatan untuk berpolitik yang pada akhirnya kita dipimpin oleh orang-orang tak berkelakuan baik tersebut.  Intinya jangan anggap politik sebagai sesuatu yang buruk tapi terjunlah dan jadikan politik sebagai proses untuk mengubah diri sendiri, orang disekitar kita, atau apapun itu menjadi lebih baik dari sebelumnya tentunya dengan cara yang baik pula.

1 komentar:

  1. Tidak dijelaskan sekalian kak lingkup politik itu bagaimana dan seperti apa?

    BalasHapus