Kamis, 14 April 2016

Kedudukan Kita Dalam Strata Sosial

Oleh: Dian Anggraini
Cerita ini aku ambil pada pokok pembahasan minggu lalu, dengan mata kuliah sosiologi politik yang di bimbing oleh miss wahidah, beliau menjelaskan bahwa nanti aku dan kawan2 ku akan belajar sesuai yang ada di silabi, tapi entah aku lupa apa saja yang telah di tuliskan dalam silabi tersebut.

Dalam pertemuan tersebut memang aku lupa dengan beberapa isi dari silabi miss wahidah, tetapi pengalaman politik yang beliau ceritakan di dalamnya, tidak membuatku melupakan pelajaran yang ada di dalamnya. Inti sari pengalaman yang bisa di ambil pelajaran tersebut ialah bahwa bagaimanapun posisi dan kedudukan kita di dalam strata sosial, sesama manusia, dan sama2 di ciptakan sebagai mahkluk yang paling sempurna dari makhluk lainnya, di larang keras semenah-menah dengan sesamanya, tidak perlu menjadi orang yang sok berkuasa hingga tak mampu menundukkan pandangan karena kesombongannya.

Di dunia yang sangat sempit seperti ini, dengan di huni banyaknya orang-orang yang sombong akan kehidupannya, lantas Tuhan-Mu akan berlaku sombong ke pada siapa???, bilamana umatnya bertingkah sombong seakan Tuhannya tak pernah hadir dalam setiap kesuksesannya. Di dalam setiap kehidupan bermasyarakat buang jauh-jauh sifat yang kurang baik, dan janganlah sesekali membodohi orang lain demi kepentingan diri sendiri, kekuasaan, harta, bukanlah sesuatu yang menjadikanmu segala-galanya di mata manusia yang lain, karena yang lebih segala-galaNYA hanya milik sang penguasa jagat raya.

Rabu, 23 Maret 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar