Rabu, 13 April 2016

Tubuhku Berkecamuk

Oleh; Moch Rizky Pratama Putra
Rabu kemarin saya tidak bisa menyempatkan waktu untuk hadir berkuliah, karena tubuh ini entah mengapa begitu lemas saat digerakkan. Asam lambung yang naik dan maag yang berkecamuk menjadi romantisme yang tak terlewatkan. Mungkin saya waktunya beristirahat karena sudah terlalu sering pulang larut malam dari diskusi yang ada dikampus maupun warung kopi.

Ya, tubuh memang memiliki metabolisme biologis (alami) dimana ada waktunya makan, beristirahat dan berolahraga demi menjaga kebugaran tubuh tersebut. Sangat berbeda sekali bukan, dengan metabolisme teknologi yang tidak pernah berhenti dan akan selalu bekerja melampaui batas-batas manusia. Inilah yang Karl Marx prediksi ketika melihat revolusi industri yang terjadi di Jerman kala itu. Dimana industri memiliki metabolisme yang akan terus berkembang dan mengekang manusia sebagai pelaksana metabolisme teknologi (atau bisa jadi manusia tak lagi dibutuhkan). Bedanya dengan metabolisme biologis manusia yang tidak bisa bila makan sekali dalam seminggu kemudia libur, namun harus teratur dan tak boleh berlebihan. Sedangkan metabolisme teknologi menurut Karl Marx bisa berjalan tanpa mengenal batas waktu dan terus meraup keuntungan dalam konsumsi dan produksinya.

Ahh, atau mungkin saya masih sakit ketika menulis ini. Terlalu berpikir yang tidak-tidak ketimbang memikirkan pacar.

Rabu, 6 April 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar