Oleh: Dimas Prasetya
Hidup
tak bisa lepas dari yang namanya politik.
Apapun yang kita lakukan pasti terselip politik didalamnya. Ada cerita kecil yang saya alami terkait
dengan politik. Pengalaman pribadi saya
tentang politik cukup menarik yaitu mengikuti mata kuliah pengatar ilmu politik dan sosiologi
politik. Tetapi yang paling menarik
adalah mata kuliah sosiologi politik. Hahaha
Mata kuliah ini berbeda dengan mata
kuliah lainnya. Hal itu dikarenakan
dosen pengampunya yang bernama Bu Wahidah sangat bijak dalam menyikapi sesuatu,
sangat lembut dalam bertutur kata, lebih membuka wawasan kita akan politik dan
tidak pernah memaksa mahasiswa untuk mengikuti suatu hal terkait dengan
politik. Terkadang disela mata kuliah
beliau memberikan sebuah game untuk mengembalikan semangat belajar
teman-teman. Di suatu kesempatan saya
cukup aktif dalam proses perkuliahan sosiologi politik. Misalnya ikut-ikutan berbicara bahasa inggris
ketia beliau menerangkan materi sosiologi politik sampai disuruh membaca power
point berbahasa inggris meskipun tidak paham artinya. Awal perkuliahan juga pernah membaca hasil
review perkuliahan yang telah diperoleh minggu lalu. Sesekali juga mencoba menghidupkan suasana
kelas dengan celetuk-celetuk gurauan yang saya lontarkan.
Cerita tadi merupakan sebagian kecil
politik dalam kehidupan yang saya jalani.
Mengapa saya aktif dikelas ? Apa tujuan saya melakukan itu ? Keuntungan apa yang akan saya peroleh ? beberapa pertanyaan itu mungkin mewakili mengapa
politik selalu ada di setiap kehidupan manusia.
Hal itu karena menurut pandapat saya
pribadi politik bukanlah hal yang melulu tentang pemerintahan, birokrasi, atau
segala hal yang setiap orang mendengarnya persepsi buruk langsung terlontarkan.
Hello, politik gak seburuk itu men.
Menurut saya konsep dasar politik
adalah “Siapa mendapat apa” lalu terciptalah “Tindakan karena
kepentingan”. Nah untuk memperoleh
sesuatu seringkali menggunakan cara yang tidak benar oleh karena itu politik
mendapat citra yang buruk di masyarakat.
Pada akhirnya karena stigma tersebut orang-orang baik menjadi enggan
untuk terjun kedunia politik yang lebih tinggi seperti di pemerintahan. Namun, ada saat dimana orang baik ini menjadi
bersalah karena ketidakpeduliannya. Ketidakpeduliannya
menyebabkan orang-orang tak berkelakuan baik memiliki kesempatan untuk
berpolitik yang pada akhirnya kita dipimpin oleh orang-orang tak berkelakuan
baik tersebut. Intinya jangan anggap
politik sebagai sesuatu yang buruk tapi terjunlah dan jadikan politik sebagai
proses untuk mengubah diri sendiri, orang disekitar kita, atau apapun itu
menjadi lebih baik dari sebelumnya tentunya dengan cara yang baik pula.
Tidak dijelaskan sekalian kak lingkup politik itu bagaimana dan seperti apa?
BalasHapus