Oleh: Moch. Rizky Pratama Putra
Mengutip Almond dan Verbe, distribusi pola-pola orientasi khusus individu terhadap objek-objek politik diantara masyarakat bangsa begitulah definisi budaya poltik menurut mereka.
Budaya Politik Parokial
Kamu Parokial cenderung mengalami stagnasi dalam sistem politik dan masyarakat dalam lingkaran Budaya Politik Parokial cenderung pesimistis dengan perubahan-perubahan yang berasal dari sistem politik disana. Dan budaya politik parokial yang sangat minim dalam spesialisasi politik. Masyarakat ini mengambil contoh yang ada di Afrika, disana masyarakat bisa saja tahu bahwa politik rezim politik sentral sangat mengekang mereka, namun mereka lebih memilih untuk mengikuti dan mengabaikan hal-hal yang mengekang mereka.
Budaya Politik Subjek
Menurut pemahaman saya Politik subjek ini masyarakat berperan aktif dalam sistem politik dan cenderung bisa menjadi bangga dengan sistem politik tersebut (fasis) karena pemerintahan yang sentralis dengan lebih mengunggulkan sistem politik yang menurut mereka absah dan mengabaikan sistem politik lain meski mengakui bahwa sistem tersebut ada. Terjadi di Bangsawan Prancis, mereka mengakui sistem ini ada. Namun secara keabsahan mereka cenderung mengabaikannya.
Budaya Politik Partisipan
Budaya ini masyarakat lebih maju dibandingkan dengan parokial dan subjek, karena menurut saya masing-masing individu dalam masyarakat punya kapasitas, perhatian dan kepedulian bisa positif ataupun negatif dalam sistem politik di Negara tersebut. Masyarakat diarahkan menjadi aktivis yang turun tangan terhadap kemajuan sistem politik tersebut meski dari individu-individu di masyarakat ada yang menerima atau menolak dengan penilain seperti ini. Contohnnya bisa mengambil negara Inggris atau Amerika Serikat, karena disana tingkat partisipan masyarakatnya bisa dibilang sangat baik namun kontribusinya belum signifikan dalam kemajuan sistem demokrasi.
Budaya Subjek-Parokial
Budaya ini adalah peralihan dari Parokialisme Lokal menuju Pemerintahan yang sentralistis (Budaya Subjek). Disini masyarakat mulai meninggalkan feodalisme yang cenderung berkembang di masyarakat desa atau kesukuan dan mulai membangun sistem politik yang lebih kompleks. Sebagai contoh adalah kerajaan-kerjaan Afrika merupakan salah satu contoh bentuk-bentuk klasik kerajaan.
Budaya Subjek-Partisipan
Kemudian masuk pada peralihan atau perubahan dari budaya sentralis (pemerintahan yang sentralistis) menuju budaya partisipan (demokratis). Dalam hal ini kekuasaan kelompok-kelomopok lokal, unit pemerintahan, dan komunitas religius sangat mendukung kemajuan demokrasi suatu negara dan saya mengambil contoh Inggris yang merupakan proses berkembangnya demokrasi disana.
Budaya Parokial-Partisipan
Dan terkahir budaya ini adalah peralihan dari budaya parokial menuju budaya partisipan. Disini budaya yang dominan adalah budaya parokial, namun norma-norma struktural yang diperkenalkan adalah partisipan. Menurut saya ini cenderung terlihat di negara berkembang seperti Indonesia, karena di desa masyarakat kuat dengan feodalisme namun dalam perkembangannya budaya pastisipan mulai dikenalkan ke masyarakat demi menuju sistem demokrasi seutuhnya.
Budaya Politik Indonesia
Indonesia merupakan negara yang majemuk dalam arti budaya dan geografisnya, keanekaragaman tersebut sangat pasti membawa pengaruh besar pada budaya politik bangsa kita. Menurut Herberth Feith yang dikutip oleh Nazarudin Syamsudin (1991), Indonesia mempunyai dua budaya politik yang dominan, yakni aristrokasi Jawa dan wiraswasta islam. Sedangkan Clifford Geertz (1983) mengelompokkan Indonesia atau subbudaya politik yaitu santri, abangan, priyayi.
Sumber:
MEMAHAMI
SOSIOLOGI POLITIK
Penerbit Ghalia Indonesia, Bogor, Januari 2011
Cet, 1
ISBN: 978-979-450-630-1
MEMAHAMI
SOSIOLOGI POLITIK
Penerbit Ghalia Indonesia, Bogor, Januari 2011
Cet, 1
ISBN: 978-979-450-630-1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar